Uma Surabaya
Solo, umasurabaya.id | Event budaya pop Jepang atau Jejepangan kembali menunjukkan daya tariknya di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui gelaran Anikura Session yang berlangsung pada 7 Juni 2026 di SMG (Solopos Media Group), Kota Solo, Jawa Tengah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul para pecinta anime, cosplay, idol culture, dan musik Jepang, tetapi juga berkembang menjadi ruang hiburan kreatif yang diminati anak muda, khususnya Generasi Z.
Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, yakni Rp30.000 untuk presale dan Rp35.000 untuk pembelian langsung di lokasi (on the spot), pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan yang disuguhkan sepanjang acara. Konsep yang diusung tidak sekadar menghadirkan pertunjukan, tetapi juga membangun interaksi antar-komunitas penggiat budaya Jepang yang semakin berkembang di Indonesia.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Berbagai penampilan, musik, serta interaksi komunitas menjadi daya tarik utama yang membuat suasana acara berlangsung meriah. Anikura Session juga menjadi wadah bagi para penggemar anime dan budaya Jepang untuk menyalurkan hobi sekaligus memperluas jaringan pertemanan dengan sesama penggemar.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian besar dari pengunjung adalah penampilan grup asal Surabaya, Caristar. Dalam kesempatan tersebut, Caristar tampil dengan konsep bertema Uma Musume Pretty Derby dan berhasil membangun suasana penuh euforia di dalam venue.
Grup tersebut membawakan enam lagu yang mendapat respons positif dari para pengunjung. Penampilan mereka ditutup dengan lagu Umapyoi Densetsu, yang menjadi lagu wajib sekaligus penutup pertunjukan mereka pada acara tersebut.
Tidak hanya tampil di atas panggung, Caristar juga mengadakan sesi foto bersama penggemar, layanan cheki, serta membuka booth interaksi yang memungkinkan pengunjung berkomunikasi langsung dengan para anggota grup. Aktivitas ini menjadi salah satu momen yang paling diminati selama berlangsungnya acara.
Sejumlah indikasi menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap konsep hiburan yang menggabungkan budaya anime, musik, pertunjukan idol, serta pengalaman sosial secara langsung. Format acara yang menghadirkan pengalaman budaya pop Jepang dalam konsep hiburan 2,5D dinilai mampu menjawab kebutuhan anak muda yang aktif di ruang digital sekaligus tetap ingin berinteraksi secara langsung dalam komunitas.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa event Jejepangan kini tidak lagi terbatas sebagai hobi komunitas tertentu. Kegiatan semacam ini mulai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang menggabungkan unsur hiburan, kreativitas, komunitas, dan ekspresi diri.